Langsung ke konten utama

Tentang Keberanian

Menjalani hidup harus berbekal keberanian, kehormatan dan ketulusan. Keberanian tidak bicara tentang siapa yg paling lantang teriak, paling keras bicara, apalagi yg paling berisik bilang dia paling berani. Hal terlupa adalah disaat kita berbuat suatu kesalahan tak disertai keberanian meminta maaf, dan bersedia belajar dari orang lain. Butuh keberanian menghadapi teman sendiri--meluruskan, saling menasehati, dll. Yang terpenting berani bicara menaklukkan kepengecutan kita untuk lari dari kebenaran.Berani tidak juga bicara ttg ukuran fisik. Orang tinggi besar berotot, boleh jadi hatinya kecil dan lemah dibanding orang yang tubuhnya ringkih. Orang yang paling berisik, menggongong kencang, boleh jadi saatharus menghadapi realitas kebenaran, ternyata mencicit ketakutan. Sementara yg pendiam, meski hening, melakukan sesuatu, yg membuat orang lain terbirit2 ketakutan.Kaki yg kedua adalah kehormatan. Apa itu kehormatan? Dia bicara lebih luas dan lebih dalam dibanding moralitas, etika dan kepatutan. Kehormatan adalah simbol lebih agung dari sikap seseorang. Orang yg terhormat, dia tidak akan mengkhianati teman sendiri. Tidak akan meninggalkan orang lain yg telah bersamanya. Tidakingkar janji, pun jelas sekali, orang yg terhormat, kalimatnya konsisten, pendiriannya teguh, tidak mencla-mencle, apalagi macam bunglon, tergantung situasi, warnanya berubah. Apalagi, sudah tahu dia melakukan hal tidak terhomat, tetap saja mengotot demi menggapai sesuatu, apapun caranya digunakan.Kehormatan bicara tentang reputasi, harga diri, kemuliaan hidup seseorang. Ah, dunia ini sementara saja, jabatan, posisi, kekuasaan, kekayaan, itu semuatemporer, susah datang, tapi cepat pergi. Yang menetap adalah kehormatan seseorang. Sungguh, hingga mati, kehormatan akan tetap dikenang oleh orang banyak.Kaki yang terakhir, apa itu ketulusan? Inilah barang berharga yg sudah hilang di jaman modern. Kita tidakpernah bisa bicara ttg ketulusan, saat masih terbersitdi dalam hati tentang: kepentingan, keinginan, ambisi, pamer, sombong, dll. Inilah harta karun yg sudah terhapus dari catatan sejarah panjang manusia.Lantas bagaimana menemukannya jika telah hilang? Silahkan menyelami hati kita masing-masing, selami hingga kedalaman paling menakjubkan, dan kita bisamenemukan ketulusan di relung hatinya. Maka lengkapi hidupmu  dengan keberanian, kehormatan dan ketulusan.
Tidak ada yang bisa menghentikan kalian dalam petualangan karena kalian telah memeluk erat filosofi kehidupan yg amat cemerlang. lusa, saat kita harus terhenti (karena apapun pasti ada ‘Tamat’-nya),kita bisa menatap perjalanan panjang tersebut dengan tenteram dan damai. Dunia ini, bukan panggung pengakuan, yg kalau orang lain sibuk memuja dan menyanjung kita, maka hidup kita pasti bahagia? Tidak. Dunia ini bicara ttg kedamaian di hati.
Besok

Komentar

Postingan populer dari blog ini

VISA Lebih dari kata PENTING

Visa merupakan dokumen penting yang harus kamu miliki saat bepergian ke luar negeri, di samping dokumen paspor. Visa sebagai bukti kamu memiliki izin tertulis dari suatu negara yang akan kamu kunjungi dan menjalankan aktifitas sesuai dengan apa yang tercantum pada visa. Seperti bekerja, belajar atau melakukan tugas diplomatik. Bagi warga Indonesia yang akan bepergian, visa harus diajukan ke kedutaan besar negara bersangkutan yang ada di Indonesia, beberapa pekan sebelum berangkat. Syarat pengajuan bergantung pada setiap kedutaan. Ada negara yang mensyaratkan tiga bulan sebelum berangkat, kamu harus mendapatkan visa dari negara yang dituju sebagai bukti kamu diizinkan memasuki negara tersebut. Jenis Visa Jika disederhanakan, ada dua jenis visa yang berlaku: visa diplomatik dan visa kunjungan. Dari kelompok visa kunjungan ini terdiri dari banyak jenis visa. Rinciannya sebagai berikut: Visa kunjungan sementara untuk kunjungan keluarga / Relatives permits Waktu kunjungan yang...

Karakteristik Critical Thinking

  Karakteristik lain yang berhubungan dengan berpikir kritis, dijelaskan Beyer (Arief Ahmad, 2007) secara lengkap dalam buku Critical Thinking , yaitu: . a.        Watak ( dispositions ) Seseorang yang mempunyai keterampilan berpikir kritis mempunyai sikap skeptis, sangat terbuka, menghargai sebuah kejujuran, respek terhadap berbagai data dan pendapat, respek terhadap kejelasan dan ketelitian, mencari pandangan-pandangan lain yang berbeda, dan akan berubah sikap ketika terdapat sebuah pendapat yang dianggapnya baik. b.       Kriteria ( criteria ) Dalam berpikir kritis harus mempunyai sebuah kriteria atau patokan. Untuk sampai ke arah sana maka harus menemukan sesuatu untuk diputuskan atau dipercayai. Meskipun sebuah argumen dapat disusun dari beberapa sumber pelajaran, namun akan mempunyai kriteria yang berbeda. Apabila kita akan menerapkan standarisasi maka haruslah berdasarkan kepada relevansi, keakuratan fakta-fakta, ...

Kisah si TIGA HIJAU

Di sebuah tempat nun jauh di rimba belantara. Hiduplah beberapa jenis tanaman hijau menyerupai permadani. Tanaman hijau itu bernama rumput Teki milik seorang nenek berusia 80 tahun. Sebut saja bernama nenek Dingin. Nenek Dingin tinggal sebatang kara berkarib dengan hewan liar dan tanaman. Lewat tangan dingi nnya semua merasa bisa hidup nyaman. Di pondok kecilnya yang selalu bersih, nenek Dingin mempunyai lahan seluas 100 meter, satu-satunya pondok dengan area yang mendapat sinar matahari secara langsung. Itu sebabnya nenek Dingin tak pernah sakit. Cahaya matahari dan sejuk dari hutan rimba silih berganti memberikan aura sehat bagi nenek Dingin. Areal pondok nenek dikelilingi rumput hijau yang tertata apik. Nenek memberi nama rumput Teki. Tak jauh dari rumput mendekati hutan, di bawah pohon tua beringin dan kepel, ada mata air yang ditumbuhi lumut hijau. Lumut yang juga mengerti keindahan ini membentuk hijau menawan tumbuh di atas bebatuan, nenek Dingin menamainya Lumutan. Sementara d...