Langsung ke konten utama

URGENSI PEMBICARAAN MEMBANGUN MOTIVASI



Komunikasi adalah senjata terbaik pemimpin. Pemimpin yang andal selalu menggunakan kekuatan komunikasi untuk memberdayakan orang lain. Pemimpin yang andal selalu mendengarkan dengan cerdas, bertanya dengan kreatif dan berbicara dengan bijak.
Mendengarkan, bertanya, berkata dan menampilkan bahasa tubuh yang cerdas adalah kemampuan yang wajib dimiliki oleh pemimpin yang ingin sukses. Komunikasi merupakan bagian dari keterampilan penting yang dapat digunakan untuk meraih sukses. Kecerdasan berbicara harus juga diimbangi dengan kecerdasan mendengarkan. Pemimpin yang andal haruslah memiliki koleksi kata-kata terbaik untuk memotivasi dan mempengaruhi orang lain. Pemimpin yang baik haruslah mampu berkomunikasi di wilayah nyata dan di wilayah ilusi.
Keterampilan berkomunikasi tidaklah terfokus pada keterampilan berbicara, keterampilan mendengar sangatlah penting. Keterampilan untuk mendengarkan orang lain membuat pemimpin semakin banyak menyerap informasi dan pengetahuan dari dunia nyata. Pemimpin yang cerdas lebih suka mendengarkan, baru berbicara saat dia merasa perlu berbicara. Pemimpin yang cerdas selalu mengirim pesan pada saat pesan itu dibutuhkan oleh orang lain. Dia selalu lebih banyak mendengarkan saat orang-orang tidak butuh pesan dan informasi darinya. Dia berubah menjadi orator yang hebat saat orang-orang butuh motivasi dan pencerahan.
Berbicaralah saat bicara itu diperlukan. Mendengarkanlah saat mendengar itu dibutuhkan. Pemimpin andal selalu tahu kapan berbicara dan kapan harus banyak mendengarkan. Dia mampu menampilkan kepemimpinannya sesuai kebutuhan dan harapan orang banyak.
Selain sebagai orator yang lancar berbicara, pemimpin juga harus cerdas mengajukan pertanyaan-pertanyaan. Sebagai seorang komunikator yang andal, pemimpin harus memahami realitas dan harapan. Wilayah realitas dan wilayah harapan haruslah dipetakan dan dikuasai sebaik mungkin, sehingga pemimpin mudah mengalir dan menjadikan dirinya sebagai kekuatan yang mewujudkan hal-hal baik.
Pemimpin yang cerdas berkomunikasi dengan cerdas. Komunikasi yang baik haruslah menjadi perilaku dan kebiasaan sehari-hari. Dalam hal ini, gaya komunikasi pemimpin harus mengekspresikan jati diri yang asli. Keaslian jiwa harus ditampilkan sebagai bagian dari keterampilan komunikasi.

Cara mendengarkan, cara bertanya, cara berbicara, cara menulis dan bahasa tubuh adalah inti dari karakter komunikasi pemimpin. Oleh karena itu, semua komponen tersebut harus terus dilatih dan disatukan ke dalam jiwa, sehingga hasil yang ditampilkan mampu memberi kesan sepenuh hati.
Kemampuan berbicara juga harus terlihat saat pemimpin memberikan nada bicara yang mempengaruhi. Sebuah uraian bicara yang baik adalah menjembatani dunia nyata dan dunia harapan. Urgensi pembicaraan yang baik adalah membangun kekuatan dan motivasi di wilayah nyata untuk bergerak menuju wilayah harapan dengan soliditas bersama.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

VISA Lebih dari kata PENTING

Visa merupakan dokumen penting yang harus kamu miliki saat bepergian ke luar negeri, di samping dokumen paspor. Visa sebagai bukti kamu memiliki izin tertulis dari suatu negara yang akan kamu kunjungi dan menjalankan aktifitas sesuai dengan apa yang tercantum pada visa. Seperti bekerja, belajar atau melakukan tugas diplomatik. Bagi warga Indonesia yang akan bepergian, visa harus diajukan ke kedutaan besar negara bersangkutan yang ada di Indonesia, beberapa pekan sebelum berangkat. Syarat pengajuan bergantung pada setiap kedutaan. Ada negara yang mensyaratkan tiga bulan sebelum berangkat, kamu harus mendapatkan visa dari negara yang dituju sebagai bukti kamu diizinkan memasuki negara tersebut. Jenis Visa Jika disederhanakan, ada dua jenis visa yang berlaku: visa diplomatik dan visa kunjungan. Dari kelompok visa kunjungan ini terdiri dari banyak jenis visa. Rinciannya sebagai berikut: Visa kunjungan sementara untuk kunjungan keluarga / Relatives permits Waktu kunjungan yang...

Karakteristik Critical Thinking

  Karakteristik lain yang berhubungan dengan berpikir kritis, dijelaskan Beyer (Arief Ahmad, 2007) secara lengkap dalam buku Critical Thinking , yaitu: . a.        Watak ( dispositions ) Seseorang yang mempunyai keterampilan berpikir kritis mempunyai sikap skeptis, sangat terbuka, menghargai sebuah kejujuran, respek terhadap berbagai data dan pendapat, respek terhadap kejelasan dan ketelitian, mencari pandangan-pandangan lain yang berbeda, dan akan berubah sikap ketika terdapat sebuah pendapat yang dianggapnya baik. b.       Kriteria ( criteria ) Dalam berpikir kritis harus mempunyai sebuah kriteria atau patokan. Untuk sampai ke arah sana maka harus menemukan sesuatu untuk diputuskan atau dipercayai. Meskipun sebuah argumen dapat disusun dari beberapa sumber pelajaran, namun akan mempunyai kriteria yang berbeda. Apabila kita akan menerapkan standarisasi maka haruslah berdasarkan kepada relevansi, keakuratan fakta-fakta, ...

Kisah si TIGA HIJAU

Di sebuah tempat nun jauh di rimba belantara. Hiduplah beberapa jenis tanaman hijau menyerupai permadani. Tanaman hijau itu bernama rumput Teki milik seorang nenek berusia 80 tahun. Sebut saja bernama nenek Dingin. Nenek Dingin tinggal sebatang kara berkarib dengan hewan liar dan tanaman. Lewat tangan dingi nnya semua merasa bisa hidup nyaman. Di pondok kecilnya yang selalu bersih, nenek Dingin mempunyai lahan seluas 100 meter, satu-satunya pondok dengan area yang mendapat sinar matahari secara langsung. Itu sebabnya nenek Dingin tak pernah sakit. Cahaya matahari dan sejuk dari hutan rimba silih berganti memberikan aura sehat bagi nenek Dingin. Areal pondok nenek dikelilingi rumput hijau yang tertata apik. Nenek memberi nama rumput Teki. Tak jauh dari rumput mendekati hutan, di bawah pohon tua beringin dan kepel, ada mata air yang ditumbuhi lumut hijau. Lumut yang juga mengerti keindahan ini membentuk hijau menawan tumbuh di atas bebatuan, nenek Dingin menamainya Lumutan. Sementara d...