Langsung ke konten utama

Sedikit Menjadi Sangat Berarti

Alangkah indahnya hidup ini jika masing-masing kita menyadari akan eksistenis keberadaan kita di dunia ini. Alangkah cerianya hidup ini jika masing-masing dari kita mau berbagi dengan sesama.

Kawan, lihatlah kemesraan keluarga semut di sana, yang mau menyisikan sebagian sisa makanannya untuk saudara-saudara mereka. Alangkah indahnya mereka yang mau bergotong royong dengan yang lain hanya untuk mengangkat sebutir nasi. Alam di sekitar kita telah begitu banyak mengajarkan pada kita bagaimana caranya untuk berbagi dengan yang lain

Kawan, bagilah kebahagiaan kita kepada sesama walapun itu hanya sedikit. Janganlah kita liat nilai dari apa yang kita berikan, tapi lihatlah ketulusan dan keikhlasan kita dalam memberi.

Seribu rupiah bagi kita mungkin tidak memiliki arti apa-apa, namun bagi mereka yang tidak seberuntung kita, seribu rupiah merupakan anugrah yang tiada tara, karena dengannya mereka dapat menyambung hidup di dunia ini.

Kawan, masihkah kita tertawa terbahak-bahak sementara di sebelah rumah kita masih ada saudra kita yang termenung memikirkan nasibnya esok hari.

Masihkah kita berfoya-foya dengan berpesta ria padahal di sekitar rumah kita masih banyak saudara-saudara kita yang merintih kelaparan. Masihkah kita berbangga diri dengan semua yang kita miliki, masihkah kita menumpuk-numpuk harta kekayaan kita, padahal kita tidak tahu kapan kita akan kembali.

Kawan, apakah kita berfikir bahwa apa yang kita miliki di dunia ini akan kita bawa ke liang lahat. Apakah kita masih berbangga diri dengan apa yang kita miliki sekarang, padahal itu semua hanya kita miliki sesaat saja. Berbagilah maka apa yang kita miliki akan kekal abadi selamanya.

Hidup ini akan terasa indah jika kita dapat berbagi dengan sesama. Rasakanlah betapa nikmatnya jika kita besa berbagi kebahagiaan dengan yang lain.

Janganlah kebahagiaan itu hanya kita nikmati seorang, karena itu semua menyebabkan kebahagiaan kita akan cepat sirna. Berbagilah maka hidup ini akan trasa lebih nikmat.

Salam Harmony

Komentar

Postingan populer dari blog ini

VISA Lebih dari kata PENTING

Visa merupakan dokumen penting yang harus kamu miliki saat bepergian ke luar negeri, di samping dokumen paspor. Visa sebagai bukti kamu memiliki izin tertulis dari suatu negara yang akan kamu kunjungi dan menjalankan aktifitas sesuai dengan apa yang tercantum pada visa. Seperti bekerja, belajar atau melakukan tugas diplomatik. Bagi warga Indonesia yang akan bepergian, visa harus diajukan ke kedutaan besar negara bersangkutan yang ada di Indonesia, beberapa pekan sebelum berangkat. Syarat pengajuan bergantung pada setiap kedutaan. Ada negara yang mensyaratkan tiga bulan sebelum berangkat, kamu harus mendapatkan visa dari negara yang dituju sebagai bukti kamu diizinkan memasuki negara tersebut. Jenis Visa Jika disederhanakan, ada dua jenis visa yang berlaku: visa diplomatik dan visa kunjungan. Dari kelompok visa kunjungan ini terdiri dari banyak jenis visa. Rinciannya sebagai berikut: Visa kunjungan sementara untuk kunjungan keluarga / Relatives permits Waktu kunjungan yang...

Karakteristik Critical Thinking

  Karakteristik lain yang berhubungan dengan berpikir kritis, dijelaskan Beyer (Arief Ahmad, 2007) secara lengkap dalam buku Critical Thinking , yaitu: . a.        Watak ( dispositions ) Seseorang yang mempunyai keterampilan berpikir kritis mempunyai sikap skeptis, sangat terbuka, menghargai sebuah kejujuran, respek terhadap berbagai data dan pendapat, respek terhadap kejelasan dan ketelitian, mencari pandangan-pandangan lain yang berbeda, dan akan berubah sikap ketika terdapat sebuah pendapat yang dianggapnya baik. b.       Kriteria ( criteria ) Dalam berpikir kritis harus mempunyai sebuah kriteria atau patokan. Untuk sampai ke arah sana maka harus menemukan sesuatu untuk diputuskan atau dipercayai. Meskipun sebuah argumen dapat disusun dari beberapa sumber pelajaran, namun akan mempunyai kriteria yang berbeda. Apabila kita akan menerapkan standarisasi maka haruslah berdasarkan kepada relevansi, keakuratan fakta-fakta, ...

Kisah si TIGA HIJAU

Di sebuah tempat nun jauh di rimba belantara. Hiduplah beberapa jenis tanaman hijau menyerupai permadani. Tanaman hijau itu bernama rumput Teki milik seorang nenek berusia 80 tahun. Sebut saja bernama nenek Dingin. Nenek Dingin tinggal sebatang kara berkarib dengan hewan liar dan tanaman. Lewat tangan dingi nnya semua merasa bisa hidup nyaman. Di pondok kecilnya yang selalu bersih, nenek Dingin mempunyai lahan seluas 100 meter, satu-satunya pondok dengan area yang mendapat sinar matahari secara langsung. Itu sebabnya nenek Dingin tak pernah sakit. Cahaya matahari dan sejuk dari hutan rimba silih berganti memberikan aura sehat bagi nenek Dingin. Areal pondok nenek dikelilingi rumput hijau yang tertata apik. Nenek memberi nama rumput Teki. Tak jauh dari rumput mendekati hutan, di bawah pohon tua beringin dan kepel, ada mata air yang ditumbuhi lumut hijau. Lumut yang juga mengerti keindahan ini membentuk hijau menawan tumbuh di atas bebatuan, nenek Dingin menamainya Lumutan. Sementara d...