Langsung ke konten utama

Renungkan Sejenak

Waktu kamu berumur 1 tahun
dia menyuapi dan memandikanmu…
sebagai balasannya…
kau menangis sepanjang malam
Waktu kamu berumur 2 tahun
dia mengajarimu cara berjalan…
sebagai balasannya…
kau kabur saat dia memanggilmu
Waktu kamu berumur 4 tahun
dia memberimu pensil untuk mewarnai…
sebagai balasannya…
kau corat coret dinding rumah dan meja makan
Waktu kamu berumur 7 tahun
dia memberikanmu bola…
sebagai balasannya…
kau lemparkan bola ke jendela tetangga
Waktu kamu berumur 10 tahun
dia mengantarkanmu ke mana saja,
dari kolam renang sampai pesta ulang tahun…
sebagai balasannya…
engkau bermain asyik dengan temanmu
sampai tidak dengar panggilan orang tuamu…
Waktu kamu berumur 13 tahun
dia menyarankanmu untuk memotong rambut
karena sudah waktunya…
sebagai balasannya…
kau bilang “mama tidak tahu mode…”

Waktu engkau berumur 15 tahun
dia pulang kerja ingin memelukmu…
sebagai balasannya…
kau kunci pintu kamarmu
Waktu engkau berumur 18 tahun
dia menangis terharu ketika engkau lulus SMA…
sebagai balasannya…
kau berpesta dengan teman-temanmu sampai pagi
Waktu engkau berumur 19 tahun
dia membayar semua kuliahmu
dan mengantarmu ke kampus pada hari pertama…
sebagai balasannya…
kau minta diturunkan jauh dari pintu gerbang
biar nggak malu sama teman-teman
karena orang tuamu jelek
Waktu engkau berumur 20 tahun
dia bertanya “Dari mana saja seharian ini?”
sebagai balasannya…
kau menjawab “Ah cerewet amat sih”
mau tau urusan anak muda
Waktu engkau berumur 25 tahun
dia membantumu membiayai pernikahanmu…
sebagai balasannya…
engkau pindah ke kota lain
menjauhi orang tuamu

Waktu engkau berumur 30 tahun
dia memberimu nasehat
bagaimana merawat bayimu…
sebagai balasannya…
engkau katakan
“Sekarang zamannya sudah beda, Ma…”

Waktu engkau sudah jadi orang sukses
dia menelponmu untuk diantar ke acara syukuran
salah satu saudara dekatmu…
sebagai balasannya…
engkau jawab “Aku sibuk sekali,
Banyak kerjaan kantor, Ma…”

Waktu engkau berumur 35 tahun
dia sakit-sakitan sehingga
memerlukan perawatanmu…
sebagai balasannya…
engkau baca tentang pengaruh negatif orang tua
yang numpang tinggal di rumah anaknya

Dan hingga SUATU HARI
dia meninggal dunia dengan tenang…
dan tiba-tiba engkau teringat semua
yang belum pernah engkau lakukan…
dan itu menghantam
HATIMU bagaikan pukulan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berhentilah Menginginkan Kebahagiaan Orang Lain

Menjadi bahagia itu mudah, kuncinya hanya terus bersyukur dan tetap menjadi peribadi yang selalu sederhana, sederhana dalam ingin, sederhana dalam bersabar, dan sederhana dalam ikhlas. Sebab yang menjadikan seseorang itu selalu rumit dan tak bahagia menjalani hidupnya terkadang adalah moodnya, keinginannya, dan besarnya ego untuk selalu mencicipi hidup orang lain. Bukan karena takdir Tuhan ataupun karena besarnya ujian dari Yang Maha Kuasa, hanya saja terlalu bodohnya kita dalam menyadari syukur sebenarnya adalah satu-satunya jalan memperoleh kebahagiaan. Sebab, bila hati sadar sesadar-sadarnya bahwa jalan satu-satunya adalah bersyukur dan selalu sederhana dalam menjalani hidup, maka sudah tentu hidup kita akan senantiasa tersanding oleh kebahagiaan. Maka, berhentilah untuk menginginkan kebahagiaan oang lain, karena belum tentu kebahagiaan orang tersebut apabila menjadi kebahagianmu akan benar-benar membuatmu merasa bahagia seutuhnya. Sebab, tak sedikit dari kita yang awalnya me...

Kisah si TIGA HIJAU

Di sebuah tempat nun jauh di rimba belantara. Hiduplah beberapa jenis tanaman hijau menyerupai permadani. Tanaman hijau itu bernama rumput Teki milik seorang nenek berusia 80 tahun. Sebut saja bernama nenek Dingin. Nenek Dingin tinggal sebatang kara berkarib dengan hewan liar dan tanaman. Lewat tangan dingi nnya semua merasa bisa hidup nyaman. Di pondok kecilnya yang selalu bersih, nenek Dingin mempunyai lahan seluas 100 meter, satu-satunya pondok dengan area yang mendapat sinar matahari secara langsung. Itu sebabnya nenek Dingin tak pernah sakit. Cahaya matahari dan sejuk dari hutan rimba silih berganti memberikan aura sehat bagi nenek Dingin. Areal pondok nenek dikelilingi rumput hijau yang tertata apik. Nenek memberi nama rumput Teki. Tak jauh dari rumput mendekati hutan, di bawah pohon tua beringin dan kepel, ada mata air yang ditumbuhi lumut hijau. Lumut yang juga mengerti keindahan ini membentuk hijau menawan tumbuh di atas bebatuan, nenek Dingin menamainya Lumutan. Sementara d...

Kreatifitas Karya Seni Hasil Teknik Pengolahan Sampah di SDK Sang Timur

Pengertian Sampah Sampah adalah sisa suatu usaha atau kegiatan [manusia] yang berwujud padat [baik berupa zat organik maupun anorganik yang bersifat dapat terurai maupun tidak terurai] dan dianggap sudah tidak berguna lagi [sehingga dibuang ke lingkungan]. Alam tidak mengenal sampah, yang ada hanyalah daur materi dan energi. Hanya manusia yang menyampah [mengakibatkan munculnya sampah]. Segala macam organisme yang ada di alam ini selalu menghasilkan bahan buangan, karena tidak ada proses konversi yang memiliki efisiensi 100%. Sebagian besar bahan buangan yang dihasilkan oleh organisme yang ada di alam ini bersifat organik [memiliki ikatan CHO, bagian tubuh makhluk hidup]. Sampah yang berasal dari aktivitas manusia yang dapat bersifat organik maupun anorganik. Contoh sampah organik adalah: sisa-sisa bahan makanan, kertas, kayu dan bambu. Sedangkan sampah anorganik [hasil dari proses pabrik] misalnya: plastik, logam, gelas, dan karet. Ditinjau dari kepentingan kelestar...