Langsung ke konten utama

Kesadaran Lebih Dari Sebuah Perencanaan

Cinta itu bukanlah tentang bagaimana menafsirkan sebuah rasa. Melainkan cinta juga tentang kerelaan untuk menerima sesuatu yang tidak sesuai dengan diri kita untuk kepentingan yang jauh lebih besar nantinya.

“Entah kenapa perasaanku ini sudah pas banget sama dirinya.”

“Aku nggak mau kalo nggak sama kamu pokoknya.”

“Aku tidak bisa hidup tanpamu.”

Pernahkah kita mendengarkan beberapa kalimat diatas dalam aktifitas sehari-hari kita? Walau terdengar berlebihan, namun beberapa kalimat diatas sering kita dengar di beberapa sinetron televisi yang membahas tentang percintaan remaja. Topik tentang percintaan memang menjadi salah satu topik yang menarik untuk ditayangkan melalui televisi karena cukup banyak peminatnya, terutama dari generasi muda kita.

Sayangnya minat yang besar dari masyarakat tentang topik percintaan ini tidak disertai dengan tanggung jawab dalam hal penyediaan konten. Minat besar yang harusnya digunakan untuk konten-konten yang positif dan mendidik, justru akhirnya dimanfaatkan untuk dieksplor lebih dalam.

Akhirnya banyak remaja yang salah dalam menafsirkan sebuah rasa. Dampaknya, membuat para remaja ini terlalu fokus pada perasaan mereka masing-masing seperti yang digambarkan dalam kalimat-kalimat di awal tadi. Hal ini akhirnya menghilangkan kepekaaan mereka untuk memahami rasa cinta dalam kaitannya dengan kepentingan lain yang jauh lebih besar.  Te
taplah harus dibangun diatas kesadaran tentang kepentingan yang jauh lebih besar, yaitu perjuangan melawan kesulitan & ketakutan yang masih harus mereka tuntaskan.

Maka, kita boleh saja mencintai dan meluapkan rasa yang kita punya, namun jangan sampai hal tersebut dilakukan berlebihan yang akhirnya membuat kita melupakan hal-hal yang lebih besar disekitar kita.

Salam progressif

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berhentilah Menginginkan Kebahagiaan Orang Lain

Menjadi bahagia itu mudah, kuncinya hanya terus bersyukur dan tetap menjadi peribadi yang selalu sederhana, sederhana dalam ingin, sederhana dalam bersabar, dan sederhana dalam ikhlas. Sebab yang menjadikan seseorang itu selalu rumit dan tak bahagia menjalani hidupnya terkadang adalah moodnya, keinginannya, dan besarnya ego untuk selalu mencicipi hidup orang lain. Bukan karena takdir Tuhan ataupun karena besarnya ujian dari Yang Maha Kuasa, hanya saja terlalu bodohnya kita dalam menyadari syukur sebenarnya adalah satu-satunya jalan memperoleh kebahagiaan. Sebab, bila hati sadar sesadar-sadarnya bahwa jalan satu-satunya adalah bersyukur dan selalu sederhana dalam menjalani hidup, maka sudah tentu hidup kita akan senantiasa tersanding oleh kebahagiaan. Maka, berhentilah untuk menginginkan kebahagiaan oang lain, karena belum tentu kebahagiaan orang tersebut apabila menjadi kebahagianmu akan benar-benar membuatmu merasa bahagia seutuhnya. Sebab, tak sedikit dari kita yang awalnya me...

Kisah si TIGA HIJAU

Di sebuah tempat nun jauh di rimba belantara. Hiduplah beberapa jenis tanaman hijau menyerupai permadani. Tanaman hijau itu bernama rumput Teki milik seorang nenek berusia 80 tahun. Sebut saja bernama nenek Dingin. Nenek Dingin tinggal sebatang kara berkarib dengan hewan liar dan tanaman. Lewat tangan dingi nnya semua merasa bisa hidup nyaman. Di pondok kecilnya yang selalu bersih, nenek Dingin mempunyai lahan seluas 100 meter, satu-satunya pondok dengan area yang mendapat sinar matahari secara langsung. Itu sebabnya nenek Dingin tak pernah sakit. Cahaya matahari dan sejuk dari hutan rimba silih berganti memberikan aura sehat bagi nenek Dingin. Areal pondok nenek dikelilingi rumput hijau yang tertata apik. Nenek memberi nama rumput Teki. Tak jauh dari rumput mendekati hutan, di bawah pohon tua beringin dan kepel, ada mata air yang ditumbuhi lumut hijau. Lumut yang juga mengerti keindahan ini membentuk hijau menawan tumbuh di atas bebatuan, nenek Dingin menamainya Lumutan. Sementara d...

VISA Lebih dari kata PENTING

Visa merupakan dokumen penting yang harus kamu miliki saat bepergian ke luar negeri, di samping dokumen paspor. Visa sebagai bukti kamu memiliki izin tertulis dari suatu negara yang akan kamu kunjungi dan menjalankan aktifitas sesuai dengan apa yang tercantum pada visa. Seperti bekerja, belajar atau melakukan tugas diplomatik. Bagi warga Indonesia yang akan bepergian, visa harus diajukan ke kedutaan besar negara bersangkutan yang ada di Indonesia, beberapa pekan sebelum berangkat. Syarat pengajuan bergantung pada setiap kedutaan. Ada negara yang mensyaratkan tiga bulan sebelum berangkat, kamu harus mendapatkan visa dari negara yang dituju sebagai bukti kamu diizinkan memasuki negara tersebut. Jenis Visa Jika disederhanakan, ada dua jenis visa yang berlaku: visa diplomatik dan visa kunjungan. Dari kelompok visa kunjungan ini terdiri dari banyak jenis visa. Rinciannya sebagai berikut: Visa kunjungan sementara untuk kunjungan keluarga / Relatives permits Waktu kunjungan yang...