Langsung ke konten utama

Perubahan itu Dari Kita

Pernahkah Anda mengidolakan seseorang, atau mendapatkan inspirasi dari keteladannya? Ada contoh seorang yang dulunya hidup miskin, tiba-tiba dia bangkit dari keterpurukannya karena mendapatkan semangat dan dorongan dari sahabatnya. Kisah-kisah yang diceritakan oleh sahabatnya telah mengispirasinya bahwa dia tidak boleh pasrah terhadap nasib, bahwa nasib seseorang bisa berubah asalkan dia mau berusaha dengan sekuat tenaga mengupayakannya.

Demikian pula dengan kita, masing-masing dari kita adalah orang-orang hebat yang sebenarnya memiliki potensi untuk berubah. Menjadi inspirasi bagi orang lain adalah jauh lebih baik daripada memiliki keinginan untuk merubah orang lain tetapi diri sendiri belum bisa berubah. Oleh karena itu, janganlah melihat selumbar di mata saudara kita tetapi balok di mata sendiri kita tidak kelihatan.Manusia memiliki kemampuan untuk menciptakan dalam kehidupan ini. Alat-alat transportasi, alat komunikasi, alat-alat tulis, peralatan dapur, dan sebagainya adalah wujud dari kreativitas yang dimiliki oleh manusia. Dalam kehidupan sehari-hari kita, ataupun dalam pekerjaan kita, kita dituntut untuk selalu memiliki kreativitas, karena hal ini dapat membuat kehidupan kita ini jadi lebih berwarna dan menyenangkan. Tunjukkanlah bakat kreativitas kita janganlah kita "konsumsi" untuk diri sendiri. Kreativitas seseorang seringkali menjadi inspirasi untuk orang lain.

Tak ada hal yang mustahil dalam kehidupan nyata ini, semua orang dapat ikut andil dalam mengupayakan kehidupan yang lebih baik setiap harinya.

Masih ada banyak hal baik lain tentunya yang dapat kita lakukan untuk dapat menginspirasi orang lain, namun kita perlu ingat bahwa inspirasi dapat datang dari mana saja, setiap orang dapat mencarinya. Sekali lagi, marilah menjadi pembawa perubahan dimulai dari diri kita masing-masing terlebih dahulu.

Salam Inspiratif
Salam literasi
Salam progressif

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berhentilah Menginginkan Kebahagiaan Orang Lain

Menjadi bahagia itu mudah, kuncinya hanya terus bersyukur dan tetap menjadi peribadi yang selalu sederhana, sederhana dalam ingin, sederhana dalam bersabar, dan sederhana dalam ikhlas. Sebab yang menjadikan seseorang itu selalu rumit dan tak bahagia menjalani hidupnya terkadang adalah moodnya, keinginannya, dan besarnya ego untuk selalu mencicipi hidup orang lain. Bukan karena takdir Tuhan ataupun karena besarnya ujian dari Yang Maha Kuasa, hanya saja terlalu bodohnya kita dalam menyadari syukur sebenarnya adalah satu-satunya jalan memperoleh kebahagiaan. Sebab, bila hati sadar sesadar-sadarnya bahwa jalan satu-satunya adalah bersyukur dan selalu sederhana dalam menjalani hidup, maka sudah tentu hidup kita akan senantiasa tersanding oleh kebahagiaan. Maka, berhentilah untuk menginginkan kebahagiaan oang lain, karena belum tentu kebahagiaan orang tersebut apabila menjadi kebahagianmu akan benar-benar membuatmu merasa bahagia seutuhnya. Sebab, tak sedikit dari kita yang awalnya me...

Kisah si TIGA HIJAU

Di sebuah tempat nun jauh di rimba belantara. Hiduplah beberapa jenis tanaman hijau menyerupai permadani. Tanaman hijau itu bernama rumput Teki milik seorang nenek berusia 80 tahun. Sebut saja bernama nenek Dingin. Nenek Dingin tinggal sebatang kara berkarib dengan hewan liar dan tanaman. Lewat tangan dingi nnya semua merasa bisa hidup nyaman. Di pondok kecilnya yang selalu bersih, nenek Dingin mempunyai lahan seluas 100 meter, satu-satunya pondok dengan area yang mendapat sinar matahari secara langsung. Itu sebabnya nenek Dingin tak pernah sakit. Cahaya matahari dan sejuk dari hutan rimba silih berganti memberikan aura sehat bagi nenek Dingin. Areal pondok nenek dikelilingi rumput hijau yang tertata apik. Nenek memberi nama rumput Teki. Tak jauh dari rumput mendekati hutan, di bawah pohon tua beringin dan kepel, ada mata air yang ditumbuhi lumut hijau. Lumut yang juga mengerti keindahan ini membentuk hijau menawan tumbuh di atas bebatuan, nenek Dingin menamainya Lumutan. Sementara d...

An Important of Communication

When the tongue can no longer bear the burden of his master. Thousands of words must be lost like the song Power Metal, meaningless too much out of the mouth of the human. Small swear words, cursed speech for the wrongdoer, no matter how small.   Sometimes you always forget to mirror, always forget to discussed. Do we not remember that God only gives us time to live in the blink of an eye? How many hundred times does this mouth speak for? Forgetting our nature as a human being whose place is wrong to forgive one another? Even humans are too proud to apologize and remind each other. Too proud to speak the things that fit the reality.   Sharper than the kitchen knife you use to chop the meat? Because the words that come out of our tongue can imply thousands of meanings. Words that can be joyful, even hurt, cut human feelings, turn a despair, bring out anger, hatred and envy, cause a dispute, and there are many other things I can not express.   Speaking for what it i...