Langsung ke konten utama

Setiap Orang Belum Tentu Berhasil Memimpin Dirinya Sendiri

Memimpin orang lain, biasanya lebih sulit dilakukan. Karena itu, tidak semua orang berhasil melakukannya. Akan tetapi, memimpin diri sendiri ternyata jauh lebih sulit dibandingkan memimpin orang lain. Seseorang bisa saja memimpin orang lain dan bahkan masyarakat luas dengan menjadi lurah, camat, bupati, wali kota, gubernur, dan bahkan juga menjadi menteri. Namun, belum tentu ia berhasil memimpin dirinya sendiri.

Seseorang bisa saja melarang orang lain berbicara tidak baik karena dapat menyebabkan orang lain tersinggung dan marah. Namun, dia belum tentu berhasil menahan nafsunya sendiri. Sehingga tatkala menghadapi persoalan, terkadang terlontar ucapan yang menyinggung perasaan.

Seorang suami juga demikian. Ia bisa saja memimpin istri dan anak-anaknya agar selalu berbuat baik, dermawan, sabar, ikhlas, dan istikamah. Akan tetapi, belum tentu nilai-nilai luhur itu bisa diterapkan dirinya sendiri.

Seorang pemimpin bisa saja mempengaruhi orang lain, tetapi belum tentu  berhasil mengendalikan dirinya sendiri. Ia bisa mengingatkan anak buahnya agar bertindak jujur, terbuka, dan disiplin dalam mengurus uang negara atau uang perusahaan. Namun, mampukah ia menjalankan nilai-nilai yang diajarkannya itu kepada anak buahnya.

Para koruptor yang mengambil uang berjuta-juta atau bahkan miliaran rupiah, bukan  tidak mengerti bahwa korupsi itu jelek dan dilarang oleh negara. Mereka tahu bahwa akibat perilaku korupnya itu, jika tertangkap maka akan mendapatkan hukuman berat. Mereka juga tahu bahwa risikonya demikian berat. Jika masuk penjara, semua anak, istri, saudara-saudaranya, dan bahkan kenalannya akan  malu dan sedih.

Orang yang berbuat korup itu lantaran tidak bisa memimpin dirinya sendiri. Ia berhasil melarang atau mengatakan "jangan" terhadap orang lain, tetapi gagal mengatakan hal serupa kepada dirinya sendiri. Artinya, ternyata melarang berbuat buruk pada diri sendiri, lebih berat dan sulit daripada melarang pada orang lain.


Puasa mengandung makna berlatih. Ibadah puasa ini hanya diketahui oleh dirinya sendiri  dan  Tuhan. Apakah seseorang itu puasa atau tidak, atau sekadar pura-pura, maka tidak ada orang lain yang tahu.  Karena itu, orang yang berpuasa,  sesungguhnya ia sedang  belajar memimpin dirinya sendiri. Jika lulus maka akan mendapatkan kemenangan, yaitu berhasil memimpin dirinya sendiri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berhentilah Menginginkan Kebahagiaan Orang Lain

Menjadi bahagia itu mudah, kuncinya hanya terus bersyukur dan tetap menjadi peribadi yang selalu sederhana, sederhana dalam ingin, sederhana dalam bersabar, dan sederhana dalam ikhlas. Sebab yang menjadikan seseorang itu selalu rumit dan tak bahagia menjalani hidupnya terkadang adalah moodnya, keinginannya, dan besarnya ego untuk selalu mencicipi hidup orang lain. Bukan karena takdir Tuhan ataupun karena besarnya ujian dari Yang Maha Kuasa, hanya saja terlalu bodohnya kita dalam menyadari syukur sebenarnya adalah satu-satunya jalan memperoleh kebahagiaan. Sebab, bila hati sadar sesadar-sadarnya bahwa jalan satu-satunya adalah bersyukur dan selalu sederhana dalam menjalani hidup, maka sudah tentu hidup kita akan senantiasa tersanding oleh kebahagiaan. Maka, berhentilah untuk menginginkan kebahagiaan oang lain, karena belum tentu kebahagiaan orang tersebut apabila menjadi kebahagianmu akan benar-benar membuatmu merasa bahagia seutuhnya. Sebab, tak sedikit dari kita yang awalnya me...

Kisah si TIGA HIJAU

Di sebuah tempat nun jauh di rimba belantara. Hiduplah beberapa jenis tanaman hijau menyerupai permadani. Tanaman hijau itu bernama rumput Teki milik seorang nenek berusia 80 tahun. Sebut saja bernama nenek Dingin. Nenek Dingin tinggal sebatang kara berkarib dengan hewan liar dan tanaman. Lewat tangan dingi nnya semua merasa bisa hidup nyaman. Di pondok kecilnya yang selalu bersih, nenek Dingin mempunyai lahan seluas 100 meter, satu-satunya pondok dengan area yang mendapat sinar matahari secara langsung. Itu sebabnya nenek Dingin tak pernah sakit. Cahaya matahari dan sejuk dari hutan rimba silih berganti memberikan aura sehat bagi nenek Dingin. Areal pondok nenek dikelilingi rumput hijau yang tertata apik. Nenek memberi nama rumput Teki. Tak jauh dari rumput mendekati hutan, di bawah pohon tua beringin dan kepel, ada mata air yang ditumbuhi lumut hijau. Lumut yang juga mengerti keindahan ini membentuk hijau menawan tumbuh di atas bebatuan, nenek Dingin menamainya Lumutan. Sementara d...

Kreatifitas Karya Seni Hasil Teknik Pengolahan Sampah di SDK Sang Timur

Pengertian Sampah Sampah adalah sisa suatu usaha atau kegiatan [manusia] yang berwujud padat [baik berupa zat organik maupun anorganik yang bersifat dapat terurai maupun tidak terurai] dan dianggap sudah tidak berguna lagi [sehingga dibuang ke lingkungan]. Alam tidak mengenal sampah, yang ada hanyalah daur materi dan energi. Hanya manusia yang menyampah [mengakibatkan munculnya sampah]. Segala macam organisme yang ada di alam ini selalu menghasilkan bahan buangan, karena tidak ada proses konversi yang memiliki efisiensi 100%. Sebagian besar bahan buangan yang dihasilkan oleh organisme yang ada di alam ini bersifat organik [memiliki ikatan CHO, bagian tubuh makhluk hidup]. Sampah yang berasal dari aktivitas manusia yang dapat bersifat organik maupun anorganik. Contoh sampah organik adalah: sisa-sisa bahan makanan, kertas, kayu dan bambu. Sedangkan sampah anorganik [hasil dari proses pabrik] misalnya: plastik, logam, gelas, dan karet. Ditinjau dari kepentingan kelestar...