Langsung ke konten utama

Doa Janin Aborsi

Aku tidak tau dan aku tak mengerti, apa itu aborsi. Apakah benda itu yang bernama aborsi, aku tak tahu Ibu.
Yang aku tahu benda itu menyakitiku dan itu membuatku teramat sedih hingga aku tak berdaya. Aku terkapar dan panas yang aku rasa melebihi bara api. Aku mengerang kesakitan tapi aku tak dapat memberontak. Aku hanya bisa merintih dan meratapi benda yang telah membuat mataku terpejam.

Aku tak bisa melihat wajahmu dengan dekat, aku juga tak bisa melihat senyum indahmu sedekat dulu, Ibu.
Kini aku tak sendirian di surga. Aku memiliki banyak teman, Ibu.
Mungkin saat ini mata hati & batinmu bergetar karna aq merindukanmu.
Aku memanggil namamu, aku titipkan salam untuk sampai kornea matamu.

Ibuku yang cantik,
Ibu, teman-temanku bilang, kalau aku tak diinginkan, aku tak diperbolehkan hidup didunia. Mereka juga bilang, kalau ibu malu memilikiku.
Benarkah itu, Ibu? Tapi aku tak percaya, Ibu sangat baik dan sayang padaku. Aku tak percaya mereka, Ibu.
Itu tidak benarkan, Ibu? Aku malaikat kecilmu, aku berjanji akan selalu membuatmu bahagia.
Tapi, kenapa mereka bilang, kau lah yang telah melenyapkan aku?
Mereka juga bilang kalau engkaulah yang membuat aku tidur berbalut doa-doa.

Tidak!! Ibuku tak sekejam itu, ibuku amat sayang padaku. Ibuku orang yang baik dan lembut serta penuh kasih sayang.
Maafkan aku Ibu karena tak bisa memenuhi janjiku. Aku tak mampu bertahan. Benda itu terus membuatku sakit dan aku tak kuat menahan rasa sakitku. Benda itu telah menjerat leherku dan membuat aku tak dapat merasakan hangatnya pelukmu. Benda itu telah mencengkram seluruh tubuhku. Maafkan aku karena tak bisa berada disisimu lagi. Allah telah membawaku ke sini karena kejadian itu. Sekali lagi maafkan aku Ibu.

Ibu.. sebenarnya aku tak ingin pergi darimu. Aku ingin selalu berada di dekatmu. Aku ingin selalu
berada dalam pelukan hangatmu. Karna aku sangat menyayangimu ibu.

Ibuku sayang...
Walaupun aku belum sempat melihat wajahmu lebih jelas, walaupun aku belum sempat melihat dunia, walaupun aku belum sempat merasakan bernafas, sangat ingin aku katakan kalau "Aku sayang Ibu". Biarlah rasa sakit itu aku tanggung sendiri, asalkan Ibu jangan pernah merasakan apa telah aku rasakan.
Ibuku sayang...
Maafkan aku karena gagal menjadi malaikat kecilmu yang akan membuatmu bahagia. Maafkan aku, Ibu..

Doaku selalu menyertaimu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berhentilah Menginginkan Kebahagiaan Orang Lain

Menjadi bahagia itu mudah, kuncinya hanya terus bersyukur dan tetap menjadi peribadi yang selalu sederhana, sederhana dalam ingin, sederhana dalam bersabar, dan sederhana dalam ikhlas. Sebab yang menjadikan seseorang itu selalu rumit dan tak bahagia menjalani hidupnya terkadang adalah moodnya, keinginannya, dan besarnya ego untuk selalu mencicipi hidup orang lain. Bukan karena takdir Tuhan ataupun karena besarnya ujian dari Yang Maha Kuasa, hanya saja terlalu bodohnya kita dalam menyadari syukur sebenarnya adalah satu-satunya jalan memperoleh kebahagiaan. Sebab, bila hati sadar sesadar-sadarnya bahwa jalan satu-satunya adalah bersyukur dan selalu sederhana dalam menjalani hidup, maka sudah tentu hidup kita akan senantiasa tersanding oleh kebahagiaan. Maka, berhentilah untuk menginginkan kebahagiaan oang lain, karena belum tentu kebahagiaan orang tersebut apabila menjadi kebahagianmu akan benar-benar membuatmu merasa bahagia seutuhnya. Sebab, tak sedikit dari kita yang awalnya me...

Kisah si TIGA HIJAU

Di sebuah tempat nun jauh di rimba belantara. Hiduplah beberapa jenis tanaman hijau menyerupai permadani. Tanaman hijau itu bernama rumput Teki milik seorang nenek berusia 80 tahun. Sebut saja bernama nenek Dingin. Nenek Dingin tinggal sebatang kara berkarib dengan hewan liar dan tanaman. Lewat tangan dingi nnya semua merasa bisa hidup nyaman. Di pondok kecilnya yang selalu bersih, nenek Dingin mempunyai lahan seluas 100 meter, satu-satunya pondok dengan area yang mendapat sinar matahari secara langsung. Itu sebabnya nenek Dingin tak pernah sakit. Cahaya matahari dan sejuk dari hutan rimba silih berganti memberikan aura sehat bagi nenek Dingin. Areal pondok nenek dikelilingi rumput hijau yang tertata apik. Nenek memberi nama rumput Teki. Tak jauh dari rumput mendekati hutan, di bawah pohon tua beringin dan kepel, ada mata air yang ditumbuhi lumut hijau. Lumut yang juga mengerti keindahan ini membentuk hijau menawan tumbuh di atas bebatuan, nenek Dingin menamainya Lumutan. Sementara d...

An Important of Communication

When the tongue can no longer bear the burden of his master. Thousands of words must be lost like the song Power Metal, meaningless too much out of the mouth of the human. Small swear words, cursed speech for the wrongdoer, no matter how small.   Sometimes you always forget to mirror, always forget to discussed. Do we not remember that God only gives us time to live in the blink of an eye? How many hundred times does this mouth speak for? Forgetting our nature as a human being whose place is wrong to forgive one another? Even humans are too proud to apologize and remind each other. Too proud to speak the things that fit the reality.   Sharper than the kitchen knife you use to chop the meat? Because the words that come out of our tongue can imply thousands of meanings. Words that can be joyful, even hurt, cut human feelings, turn a despair, bring out anger, hatred and envy, cause a dispute, and there are many other things I can not express.   Speaking for what it i...